Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
(Q.S Ar Rum : 21)
Yogyakarta dan sebuah ketidaksengajaan menjadi awal mula kisah kami. Di suatu sore, langkah kami terhenti di sebuah warung bakso—tanpa menyadari bahwa menu sore itu menghadirkan kejutan kecil yang membawa tawa hingga hari ini. Namun, justru dari ketidaktahuan yang menggelitik itu, percakapan hangat mulai mengalir. Kami menemukan begitu banyak kesamaan yang menyatukan dua isi kepala secara alami.
Jarak benua, Asia dan Afrika, tak pernah benar-benar mampu memisahkan dua hati yang sudah saling menemukan. Meski terpisah ribuan kilometer, pada 29 Desember 2024, kami memilih untuk saling mengikat janji setia. Kami percaya bahwa jarak hanyalah ruang tunggu untuk pendewasaan, dan kami berkomitmen untuk terus saling mendukung dalam setiap hembusan langkah perjalanan hidup.
Setelah mengarungi samudera jarak, melewati berbagai rindu, dan tumbuh bersama dalam pendewasaan, kami yakin bahwa sejauh apa pun melangkah, rumah terbaik kami adalah satu sama lain. Atas restu kedua orang tua dan keyakinan hati yang mantap, kami siap mengikat janji suci pernikahan pada 20 September 2026.
