Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.
(Q.S Ar Rum : 21)
Segalanya bermula di bulan September. Saat itu, kamu mengajakku untuk bertemu. Namun, aku belum siap bahkan untuk sekadar berbincang berdua pun aku enggan. Aku memilih menjaga jarak, menahan diri, dan menutup hati.
Namun, kamu tidak pernah menyerah. Dengan kesabaran dan ketulusan, kamu terus hadir, terus mengajak bertemu, perlahan mengetuk pintu hatiku yang masih dipenuhi keraguan.
Hingga akhirnya, di bulan Oktober tepat di hari ulang tahunku ada rasa yang berbeda. Rasa nyaman itu datang begitu saja. Dari tutur katamu yang lembut, dari perhatian kecil yang tulus, hingga kehangatan yang tak pernah kupinta namun selalu kamu beri. Saat itu, untuk pertama kalinya aku mulai melihatmu dengan cara yang berbeda.
Kamu pun mengungkapkan niatmu untuk melangkah ke hubungan yang lebih serius. Jujur, hatiku masih dipenuhi ragu. Banyak pertimbangan, banyak doa yang kupanjatkan, dan langkah istikharah yang kulalui. Tidak sedikit pula ujian yang datang silih berganti.
Namun waktu menjawab segalanya.
Dengan keyakinan yang tumbuh perlahan, aku akhirnya memantapkan hati. Aku menerima niat baikmu, menerima lamaranmu, dan memilihmu sebagai pendamping hidupku.
Pada tanggal 24 Mei 2026, kamu akan resmi menjadi imamku. membersamai langkahku, dan menjadi bagian dari jiwa serta ragaku.
Kini, dengan penuh harap dan doa, kamu dan aku memulai perjalanan ini bersama. Semoga pernikahan ini senantiasa dilimpahi keberkahan, menjadi rumah yang sakinah, penuh cinta (mawaddah), dan kasih sayang (warahmah).
Selamanya, kita.
