Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia..
(Matius 19:6)
Semua bermula di bawah langit Desember 2018. Kala itu, pertemuan pertama kita hanyalah sebuah awal sederhana yang tak pernah kami duga akan menjadi cerita sepanjang ini. Benih-benih kagum itu tumbuh perlahan namun pasti, hingga akhirnya pada 7 Mei 2019, kita memutuskan untuk melangkah bersama dalam sebuah ikatan komitmen.
Hubungan ini tumbuh dengan cepat dan penuh keyakinan. Hanya dalam hitungan bulan, tepatnya pada Desember 2019, kita memberanikan diri untuk mempertemukan kedua keluarga besar. Pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi, melainkan sebuah pernyataan resmi bahwa ada ikatan serius yang ingin kita bangun di masa depan.
Namun, sebagaimana laut tak selalu tenang, badai pun datang menghampiri. Memasuki tahun 2021 hingga 2024, perjalanan kita diuji dengan hebat. Perbedaan pendapat, ego yang menguat, banyak kesalahpahaman yang terjadi, juga hubungan jarak jauh yang membuat kita merasa lebih tersakiti dan pandangan hidup yang mulai tak sejalan membuat jarak di antara kita semakin lebar. Di titik terendah itu, kita sempat memutuskan untuk mengakhiri segalanya, merasa bahwa jalan kita telah berbeda.
Ternyata, waktu adalah guru terbaik. Jeda tersebut memberikan kita ruang untuk merenung dan mendewasa. Di tahun 2025, takdir kembali mempertemukan kita. Setelah melewati masa sulit dan saling mengenal selama delapan tahun lebih dan hubungan ini bahkan sudah menuju tahun kesembilan, kita menyadari bahwa tidak ada tempat yang lebih nyaman selain di sisi satu sama lain.
Kita memutuskan untuk kembali bersama dengan satu tujuan pasti: Pernikahan.Puncak dari penantian panjang itu tiba pada 16 Januari 2026. Di hadapan keluarga, kita melangsungkan acara lamaran resmi, mengunci janji yang sempat tertunda. Hari itu bukan hanya tentang cincin di jari, tapi tentang kemenangan atas segala badai yang pernah kita lalui.
Kini, dengan penuh keyakinan, kami bersiap melangkah ke babak baru. Janji suci itu akan kami ikrarkan pada 12 April 2026.
Setelah hampir sembilan tahun belajar tentang arti sabar, memaafkan, dan melupakan keegoisan maupun kesalahan di masa lalu, kami siap membangun rumah tangga yang abadi.
