Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
(Q.S Ar Rum : 21)
Tak ada yang benar-benar kebetulan di tempat itu, Di antara lantunan ayat suci selepas subuh dan langkah-langkah ringan menuju ruang kelas, dua insan dipertemukan dalam cara yang sederhana. Bukan dengan gemuruh, bukan pula dengan kisah dramatis — hanya tatap singkat yang terjaga, sapa yang seperlunya, dan doa-doa yang diam-diam terpanjatkan.
Hari-hari di pesantren berjalan dalam irama yang sama: mengaji, belajar, berkhidmah. Namun di sela-sela itu, tumbuh rasa yang tak tergesa. Rasa yang dijaga dalam diam, diserahkan pada Sang Pemilik Hati.
Cinta ini bukan tentang seringnya berbicara, melainkan tentang saling memperbaiki diri. Bukan tentang kedekatan yang diumbar, melainkan tentang keyakinan bahwa jika memang ditakdirkan, Allah akan memudahkan jalannya.
Dan benar saja — waktu menjadi saksi.
Hari itu, 3 Syawal 1446 H, bertepatan dengan 2 April 2025, menjadi babak baru yang tak pernah kami bayangkan sebelumnya. Setelah Idulfitri yang penuh maaf dan harapan, keluarga besar berkumpul dalam suasana hangat dan penuh doa.
Dengan niat yang mantap dan hati yang bergetar haru, sang pria datang bersama keluarganya untuk menyampaikan kesungguhan. Bukan sekadar janji, tetapi komitmen di hadapan keluarga dan Allah SWT.
Tatapan yang dulu hanya sekilas di serambi pesantren, kini berubah menjadi keyakinan yang diucapkan dengan tegas. Senyum malu yang dulu tersembunyi, kini hadir bersama restu kedua orang tua.
Lamaran itu sederhana, namun sarat makna. Tidak ada kemewahan berlebihan — hanya doa-doa tulus agar langkah yang dimulai selalu dalam lindungan-Nya.
Setahun berlalu membawa persiapan, kesabaran, dan pembuktian. Hingga tibalah hari yang dinanti: 18 Syawal 1447 H, bertepatan dengan 7 April 2026.
Kami memutuskan untuk mengikat janji suci dalam pernikahan. Dalam momen yang penuh cinta dan haru ini, kami melangkah ke jenjang hidup baru, siap untuk menghadapi masa depan bersama dengan saling cinta dan dukungan satu sama lain.
